HOME PROFILE TYPE ARTIKEL CASH DAN KREDIT CONTACT US
    Cari Produk:   
DEALER PAJERO DAKAR  
PAJERO GLX 4x4  
PAJERO EXCEED 
DEALER OUTLANDER PX  
Dealer OUTLANDER GLS  
SHOWROOM OUTLANDER GLX 
MIRAGE GLS SPORT 
MIRAGE EXCEED 
MIRAGE GLX MANUAL 
DEALER L300  
STRADA TRITON  
PICK UP T120 SS  
COLT DIESEL 
FUSO 
OUTLANDER PX  
DEALER EXPANDER 
EXPANDER 
KREDIT DP MURAH L300 
KREDIT L300 
PAKET KREDIT L300  
Harga Pajero 
PAJERO DAKAR ULTIMATE 
EXPANDER 
Flag Counter



Kecelakaan maut yang melibatkan Nissan Juke dan Daihatsu Xenia

Kecelakaan maut yang melibatkan Nissan Juke dan Daihatsu Xenia hingga memakan 5 korban jiwa pada Minggu (7/4/2013) siang belum terlalu terang penyebabnya. Namun patut diduga karena faktor kelelahan pengendara. Apalagi jalan tol yang lurus dan monoton membuat pengendara gampang lelah.

"Pertanyaan kenapa dia bisa keluar jalur dari kiri ke kanan. Dalam kondisi tertentu, ketika dia berada di tol dengan kecepatan konstan kondisi monotonus atau sifatnya monoton akan timbul. Jadi jalur itu akan sangat membosankan. Orang-orang akan mengalami letih," kata Training Director Jakarta Defensive Driving Center (JDDC), Jusri Pulubuhu menyikapi kecelakaan tersebut kepada detikOto, Senin (8/3/2013).

Menurut Jusri ketika kondisi letih tersebut muncul, maka bisa saja menimbulkan kecelakaan. Dan fenomena ini sangat lumrah terjadi, terlebih ketika berkendara seorang diri. Soalnya dengan kondisi berkendara seorang diri, sang pengendara tidak bisa menghindari kondisi yang monoton.

"Kondisi ini membuat orang pada saat orang mengalami monotonous maka dia akan memasuki letih. Meski malamnya dia memiliki istirahat yang cukup, namun dia bisa bisa letih akibat kondisi jalan yang monoton tersebut," ucapnya.

Jusri menuturkan dalam kecepatan 100 km/jam ketika seseorang terlelap, maka mobil akan berjalan serong sejauh 27-30 meter per detik.

"Dan cukup menyerong ke badan jalan dan memasuk jalur lain. Dan ini seperti yang terjadi pada kasus Nissan Juke dan Daihatsu Xenia itu. Kejadian ini jangan dianggap sepele," katanya.

Nissan Juke yang dikemudikan Muhammad Dwi Gusta (18) keluar dari jalur A (menuju Bandung), terbang melintasi pembatas jalan tol, dan menabrak mobil Xenia berisi enam orang yang berada di jalur B (menuju Jakarta). Polisi memastikan hasil tes urine pada Muhammad Dwigusta Cahya (18), negatif narkoba.

Dari enam penumpang mobil Xenia, Agung Nugroho (12) menjadi satu-satunya korban selamat dalam kecelakaan maut di Tol Purbaleunyi, Bandung. Siswa SMP itu shock dan trauma, tapi sempat sedikit bercerita bahwa ia melihat Nissan Juke terbang.

"Saya refleks menundukkan kepala saat melihat Nissan Juke terbang," kata Agung saat ditemui di rumah duka, Jl Raya Wringinharjo-Sidareja, Cilacap, Senin (8/4/2013).

Kecelakaan maut terjadi di KM 135+700 Tol Purbaleunyi, Bandung, Minggu (7/4) pukul 12.40 WIB.

(ddn/ddn)

 

 
BINA DIRGAHAYU@2012 | created by Moro Sakato | rss | KKM | KKM | KKM
... Copyright by Moro Sakato showroom mobil honda, showroom mobil honda bekasi, jual mobil honda