HOME PROFILE TYPE ARTIKEL CASH DAN KREDIT CONTACT US
    Cari Produk:   
DEALER PAJERO DAKAR  
PAJERO GLX 4x4  
PAJERO EXCEED 
DEALER OUTLANDER PX  
Dealer OUTLANDER GLS  
SHOWROOM OUTLANDER GLX 
MIRAGE GLS SPORT 
MIRAGE EXCEED 
MIRAGE GLX MANUAL 
DEALER L300  
STRADA TRITON  
PICK UP T120 SS  
COLT DIESEL 
FUSO 
OUTLANDER PX  
XPANDER SPORT 
XPANDER EXCEED AT 
KREDIT DP MURAH L300 
KREDIT L300 
PAKET KREDIT L300  
Harga Pajero 
PAJERO DAKAR ULTIMATE 
XPANDER ULTIMATE 
XPANDER GLX MANUAL 
XPANDER GLX  
XPANDER GLS MANUAL 
XPANDER GLS MT 
XPANDER EXCEED MANUAL 
Flag Counter



Mohammad Yusup Alamudi, 32 tahun, berhasil menggondol gelar doktor termuda di lingkungan kampus Universitas Airlangga.

TEMPO.CO, Surabaya - Mohammad Yusup Alamudi, 32 tahun, berhasil menggondol gelar doktor termuda di lingkungan kampus Universitas Airlangga. Dihadapan 10 penguji, Yusup mampu mempertahankan desertasinya dengan baik dan mendapat predikat cumlaude.

Yusup menyajikan desertasi berjudul »Mekanisme Proteksi dan Daya Hambat Vaksin Flu Burung H5N1-RG Unair Terhadap Virus Flu Burung Sub Clade 2.1.3”. Ia berhasil membuktikan produk vaksin yang beredar di Indonesia belum cukup aman digunakan.

Semua penguji mengaku baru mengetahui efektivitas temuan Yusup setelah dipaparkan panjang lebar. "Vaksin H5N1 harus perlu diteliti lagi, apalagi korban flu burung di Indonesia paling banyak. Penelitian ini pakai teknologi 2 dimensi," kata Yusup usai mengikuti ujian terbuka doktoral di aula Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Selasa, 10 September 2013.

Pria yang menderita polio sejak usia 2 tahun itu mengatakan, hasi risetnya merupakan langkah awal menuju perubahan paradigma yang lebih baik. Saat ini, pemerintah cenderung memakai penelitian 1 dimensi untuk produk vaksin impor.

Vaksin tersebut bukannya tidak aman, tapi vaksin yang beredar saat ini ditemukan ada komponen antigen dan antibodi yang lepas. Padahal vaksin untuk manusia wajib zero tolerance. Artinya, ada kelemahan hasil penelitian vaksin lewat teknologi 1 D karena masih memberi ruang untuk berpisah antar protein. Semua vaksin bisa diteliti menggunakan teknologi 2 D.

Sehari-hari Yusup adalah peneliti di Pusat Penelitian Flu Burung (AIRC) Unair yang fokus meneliti virus flu burung. Di bawah asuhan Direktur AIRC, Chairul Anwar Nidom, Yusup berjibaku menciptakan varian virus flu burung. Keterbatasan fisik tak menghalangi Yusup menyelesaikan program doktoralnya. "Alhamdulilah bisa menyandang doktor termuda di Unair. Semua atas bantuan berbagai pihak," katanya.

Ketua penguji, Teddy Ontoseno, mengatakan salut melihat perjuangan Yusup yang memiliki semangat meski dihadapkan dengan keterbatasan fisik. Selain berhasil menyandang doktor termuda di Unair, Teddy menegaskan riset Yusup bisa diterapkan dan tepat guna.

Unair menyarankan pemerintah mulai mengubah riset 1 D untuk semua macam vaksin. Sebab, riset 1 D masih memberi ruang kelemahan dari vaksin yang dihasilkan. "Apalagi kita masih impor vaksin sebanyak 60 persen. Ini bahaya, ternyata vaksin impor tidak menjamin aman," ucap Teddy.

DIANANTA P. SUMEDI

 

 
BINA DIRGAHAYU@2012 | created by Moro Sakato | rss | KKM | KKM | KKM
... Copyright by Moro Sakato showroom mobil honda, showroom mobil honda bekasi, jual mobil honda