HOME PROFILE TYPE ARTIKEL CASH DAN KREDIT CONTACT US
    Cari Produk:   
DEALER PAJERO DAKAR  
PAJERO GLX 4x4  
PAJERO EXCEED 
DEALER OUTLANDER PX  
Dealer OUTLANDER GLS  
SHOWROOM OUTLANDER GLX 
MIRAGE GLS SPORT 
MIRAGE EXCEED 
MIRAGE GLX MANUAL 
DEALER L300  
STRADA TRITON  
PICK UP T120 SS  
COLT DIESEL 
FUSO 
OUTLANDER PX  
XPANDER SPORT 
XPANDER EXCEED AT 
KREDIT DP MURAH L300 
KREDIT L300 
PAKET KREDIT L300  
Harga Pajero 
PAJERO DAKAR ULTIMATE 
XPANDER ULTIMATE 
XPANDER GLX MANUAL 
XPANDER GLX  
XPANDER GLS MANUAL 
XPANDER GLS MT 
XPANDER EXCEED MANUAL 
Flag Counter



program keliling dunia lewat jalur darat.

Sebanyak 27 orang Warga Jerman dan Swiss ikut program keliling dunia lewat jalur darat. Sudah hampir dua tahun mereka menjelajahi daratan Eropa, Afrika hingga akhirnya tertahan di Garut, Jawa Barat.

Rombongan para pensiunan ini diamankan polisi karena ada masalah surat-surat kendaraan yang digunakan. Alhasil, mereka harus menginap di Mapolres dan Kantor Imigrasi Tasikmalaya.

Fritz (63), seorang pensiunan sebuah perusahaan di Jerman menyatakan, peserta rombongan rata-rata berusia di atas 50 tahun. Sebagian lagi ada yang berusia muda. Mereka menggunakan kendaraan besar yang dimodifikasi jadi tempat tinggal. Mobil-mobil itu ada yang bertuliskan 'Weltreisenmobile' yang berarti kendaraan keliling dunia.

"Kami sudah berusia lanjut, makanya kami merupakan pensiunan perusahaan, dokter dan lain-lain," Fritz saat di kantor Polres Garut, Senin (22/72013).

Sekitar bulan Agustus 2011 lalu, rombongan yang sebenarnya berjumlah 20 kendaraan besar tersebut berangkat dari Jerman kemudian singgah ke Eropa Timur, Afrika Utara, pegunungan Kaukasus, Irak, Iran, Pakistan, India, Bangladesh, Thailand, Malaysia dan masuk Indonesia.

"Jadi masuk Indonesia baru sekitar 3 minggu lalu, masuk dari Batam," ungkap Fritz.

Di Indonesia, rombongan tersebut sudah sempat singgah di Pekanbaru, Gunung Krakatau, Jakarta, Purwakarta, Subang, Bandung dan Garut. Dari kota dodol tersebut, mereka akan menuju Banjar, kemudian menuju Candi Borobudur, Bali, Timor Leste, Australia, Amerika Selatan, Amerika Utara dan kembali ke Eropa.

"Memang perjalanan kami masih panjang. Hanya untuk di Indonesia kami hanya mentargetkan selama 5 minggu, sehingga sisanya 2 minggu lagi di Indonesia," ceritanya.

Selama di Mapolres Garut, para pelancong ini tidur di mobil masing-masing. Sesekali mereka juga diberi makan oleh para polisi.

"Para personel Polres Garut sangat ramah, suka memberi hadiah (makanan) sehingga kami di sini harus bersih-bersih, " ujar Christine (20) salah seorang peserta.

Makanan yang disuguhkan sebenarnya tak cocok dengan perut warga negara Jerman. Ada beberapa yang mengeluh sakit perut. Namun ada satu makanan yang mereka suka, yakni dodol.

"Kami diberi makanan yang sangat manis ini, Ya, dodol, ini menyembuhkan sakit perut," ungkap Christine.

Saking senangnya makan dodol, dia membawanya sebanyak tiga kantong plastik untuk disantap di perjalanan. "Saya senang disini, saya cinta polisi di Garut," pungkasnya sambil berlalu.

 

 
BINA DIRGAHAYU@2012 | created by Moro Sakato | rss | KKM | KKM | KKM
... Copyright by Moro Sakato showroom mobil honda, showroom mobil honda bekasi, jual mobil honda